Keberlanjutan wisata budaya dari perspektif community-based tourism : studi desa wisata cibuluh
DOI:
https://doi.org/10.24843/JKH.2026.v10.i01.p02Keywords:
Community-based tourism, Keberlanjutan, Wisata budaya, Desa WisataAbstract
Penelitian ini menganalisis keberlanjutan wisata budaya di Desa Wisata Cibuluh dalam kerangka Community Based Tourism (CBT) dengan meninjau dimensi ekonomi, lingkungan, sosial, budaya, dan politik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui Focus Group discussion (FGD), wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan analisis model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi CBT telah mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat kohesi sosial serta pelestarian budaya berbasis kearifan lokal. Namun, keberlanjutan yang dihasilkan belum optimal, ditandai dengan distribusi manfaat ekonomi yang belum merata, pengelolaan lingkungan yang belum terstruktur, keterbatasan partisipasi generasi muda, serta potensi komodifikasi budaya. Selain itu, kapasitas kelembagaan lokal masih menghadapi ketergantungan terhadap dukungan eksternal. Temuan ini menegaskan bahwa keberlanjutan wisata budaya berbasis CBT memerlukan penguatan tata kelola, pemerataan manfaat, dan peningkatan kapasitas komunitas agar dapat berkembang secara inklusif dan keberlanjutan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Obed Jafe, Agrippina Stephanie, Anya Kartika Nabila, Silvia (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


