Pengembangan agrowisata manggis berbasis community based tourism di parakan garokgek, purwakarta
DOI:
https://doi.org/10.24843/JKH.2026.v10.i01.p10Keywords:
Agrowisata, Manggis, Pariwisata Berbasis KomunitasAbstract
Desa Parakan Garokgek, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta merupakan sentra produksi manggis di Jawa Barat dengan produksi sekitar 10.894 kuintal per tahun. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi kebun manggis sebagai daya tarik agrowisata dan merumuskan strategi pengembangan berbasis Community Based Tourism (CBT). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi dengan empat informan kunci. Perumusan strategi dilakukan melalui analisis SWOT-TOWS yang diselaraskan dengan enam indikator CBT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebun manggis memiliki potensi multi dimensi berupa landskap agraris autentik, wisata petik buah, edukasi budidaya berbasis experiential tourism, serta keterhubungan dengan pasar ekspor internasional. Sistem budidaya tradisional minim pupuk kimia dan pestisida sintesis menjadi nilai diferensiasi utama destinasi. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan aksesibilitas, lemahnya kelembagaan pokdarwis, minimnya promosi digital, dan sifat musiman panen. Strategi prioritas mencakup penguatan pokdarwis, optimalisasi promosi digital, penyusunan paket wisata terintegrasi, diversifikasi produk olahan manggis, serta pengembangan program wisata luar musim panen. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan agrowisata berbasis CBT berpotensi meningkatkan partisipasi masyarakat dan mendukung pembangunan pariwisata desa berkelanjutan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Kaila Salsabila, Nabila Amellia Agatha, Mariam Nur Fairiza (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


