Persepsi masyarakat terhadap dampak pengembangan homestay di desa pakraman padangtegal, ubud
DOI:
https://doi.org/10.24843/JKH.2024.v08.i02.p10Keywords:
Pengembangan Homestay, Dampak, Persepsi Masyarakat, Desa PadangtegalAbstract
Penelitian ini berlokasi di Desa Pakraman Padangtegal. Dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara mendalam, penyebaran kuesioner, dan studi kepustakaan. Teknik penentuan sampel yang
digunakan yaitu purposive sampling dengan menggunakan rumus skala Likert didapat perhitungan bahwa kuesioner responden yang digunakan berjumlah 100 responden dengan 26 pernyataan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa persepsi masyarakat terhadap dampak pengembangan homestay di desa pakraman Padangtegal, Ubud memperoleh nilai sebesar 3,93 dengan kriteria setuju atau memuaskan yang didapat dari penilaian masyarakat berdasarkan penyebaran kuesioner. Pengembangan Homestay memiliki 3 komponen dalam pengembangannya, Kelembagaan dengan adanya Pokdarwis yang mengatur jalannya kegiatan pariwisata yang ada di Desa Pakraman Padangtegal. Pelaksana yang langsung menjalankan program tersebut yaitu kelompok-kelompok
swadaya masyarakat yang ada di Desa Padangtegal. Produk yang ditawarkan sebagai atraksi wisata desa ini.
Produk akan memberikan gambaran rumah yang digunakan untuk menginap maupun kegiatan yang bisa
dilakukan selama homestay. Dampak Covid-19 sangat berpengaruh besar dalam berbagai sektor, khususnya
bagi pelaku usaha di bidang pariwisata, apalagi Bali khususnya Ubud sangat mengandalkan sektor
pariwisata. Dampak-dampak ini pun berputar di beberapa sektor kehidupan masyarakat baik di sektor sosial
budaya, ekonomi dan lingkungan. Semenjak pandemi yang terjadi di wilayah Internasional, perekonomian
setiap negara yang terdampak mengalami kemerosotan.



