Isolasi dan Identifikasi Orthoavulavirus javaense Virulen pada Ayam Petelur di Pinrang, Sulawesi Selatan Berdasarkan Histopatologi dan Uji RT-PCR
DOI:
https://doi.org/10.19087/Keywords:
Orthoavulavirus javaense, unggas, RT-PCR, Histopatologi, penyakit tetelo Newcastle Disease (ND)Abstract
Orthoavulavirus Javaense penyebab penyakit tetelo atau Newcastle disease (ND) yang sering menyerang peternakan unggas dengan angka mortalitas dan morbiditas yang cukup tinggi. Monitoring Penyakit tetelo (ND) pada unggas perlu dilakukan untuk mengetahui situasi penyakit di peternakan sebagai tindakan awal dalam pencegahan dan pengendalian terhadap kasus kematian unggas akibat Penyakit tetelo (ND). Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi virus Orthoavulavirus javaense virulen pada salah satu peternakan ayam petelur di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Indonesia. Sampel sebanyak 5 akor ayam petelur (layer hen) yang menunjukan gejala tortikolis. Virus Orthoavulavirus javaense dideteksi menggunakan reverse transcripton-polimerase chain reaction (RT-PCR) konvensional dengan menggunakan satu pasang primer yang menangkap gen penyandi daerah pemotongan protein F dengan gambaran histopatologi untuk mengetahui derajat kerusakannya. Sampel organ berupa otak, paru-paru, limpa, proventriculus, dan caeca tonsil dimasukkan ke dalam collection tube berisi neutral buffered formalin (NBF) 10% untuk pembuatan preparat histopatologi. Sebagian organ paru-paru dimasukkan ke dalam viral transport media (VTM) untuk uji RT-PCR. Hasil deteksi menggunakan metode RT-PCR menunjukan adanya pita (band) berukuran 356 bp dari masing-masing sampel. Gambaran histopatologi menunjukan kerusakan pada beberapa organ seperti perivascular cuffing dan intracytoplasmic inclusion body otak, serta nekrosis di beberapa organ seperti di alveoli, limfoid, proventrikulus, serta di caecal tonsil. Berdasarkan hasil RT-PCR kelima sampel unggas positif terinfeksi virus Orthoavulavirus javaense yang virulen dengan gambaran histopatologi yang bervariasi yang menunjukan perubahan yang menciri pada kasus Penyakit tetelo (ND). Peningkatan biosekuriti dan vaksinasi pada peternakan ayam petelur perlu dilakukan untuk menekan kemungkinan penyebaran yang lebih luas dalam dan keluar peternakan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aulia Shafwana, Andi Magfira Satya Apada, Andi Muh. Ichlasul Akmal, Anak Agung Putu Jhoni Wahyuda, Zainal Abidin Kholilullah, Baso Yusuf, Rasdyanah Rasdyanah, Muhammad Mufli Nur, Abdul Wahid Jamaluddin, Adryani Ris, Fedri Rell (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License Terms
This journal applies the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0).
Under this license, authors retain copyright and grant the journal the right of first publication. The published articles are freely available and can be:
-
Shared – copied and redistributed in any medium or format.
-
Adapted – remixed, transformed, and built upon for any purpose, even commercially.
Conditions:
-
Attribution – Appropriate credit must be given to the original author(s) and the source (the journal), a link to the license must be provided, and indication of any changes made must be included.
-
No additional restrictions – The licensor cannot apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
By submitting and publishing in this journal, authors agree to make their work available under the CC BY 4.0 License.
For more details, please visit: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/


