Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pemilik Anjing Terkait Rabies dan Situasi Penanggulangan Rabies di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur

Authors

  • Tiara Lekameti Rona Program Studi Magister Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana Author
  • Ida Bagus Windia Adnyana Laboratorium Patologi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana Author
  • I Nyoman Sadra Dharmawan Laboratorium Patologi Klinik Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana Author

Keywords:

pengetahuan, sikap, perilaku pemilik anjing, rabies

Abstract

Penanggulangan rabies di Kota Kupang telah dilakukan melalui kegiatan kewaspadaan dini dan vaksinasi terhadap hewan pembawa rabies (HPR). Namun demikian, dua kasus kematian manusia di Kota Kupang tetap terjadi pada tahun 2024 dan sebanyak 1.222 kasus gigitan anjing terjadi pada masyarakat selama periode 2023-2024. Tantangan utama di lapangan dalam penanggulangan rabies Kota Kupang adalah faktor perilaku masyarakat. Masih ditemukan pemilik anjing yang tidak mau melakukan tindakan vaksinasi rabies pada anjing yang dimiliki atau menyembunyikan anjing saat petugas datang. Hingga saat ini, data empiris mengenai faktor-faktor penentu perilaku pencegahan rabies pada pemilik anjing di Kota Kupang pascawabah tahun 2023 masih belum banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku pemilik anjing terkait rabies serta menggambarkan situasi penanggulangannya di Kota Kupang. Studi cross-sectional ini melibatkan 100 responden pemilik anjing dari delapan kelurahan, dari dua kecamatan di Kota Kupang yang dipilih melalui two-stage random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-kuadrat serta regresi logistik. Hasil menunjukkan tingkat pengetahuan responden tergolong cukup (53%), sikap positif (77%), namun perilaku pencegahan yang tepat hanya 51%. Analisis multivariat menunjukkan penentu (determinan) utama pengetahuan adalah akses informasi non-media massa (OR 5,17; p = 0,003) dan kepercayaan pada otoritas (OR 4,51; p = 0,007). Sikap positif dipengaruhi oleh akses informasi non-media massa (OR 7,89; p = 0,009) dan kemudahan akses layanan (OR 7,55-19,29). Sementara itu, perilaku pencegahan yang tepat secara signifikan dihambat oleh faktor budaya kebiasaan mengonsumsi daging anjing (OR 0,16-0,17) dan didukung oleh sistem pemeliharaan yang dikandangkan (OR 8,99-16,88) serta kemudahan akses layanan (OR 7,50-19,59). Secara umum, upaya pengendalian rabies di Kota Kupang telah berjalan namun terkendala cakupan vaksinasi yang rendah, keterbatasan anggaran, partisipasi masyarakat yang belum optimal, sistem pemeliharaan anjing yang dilepasliarkan dan masih terjadinya kasus rabies pada hewan maupun manusia di Kota Kupang. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan strategi komunikasi berbasis komunitas dan peningkatan akses layanan veteriner sebagai bagian dari pendekatan One Health untuk pengendalian rabies.

Downloads

Published

2026-09-30

Issue

Section

Articles

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.