Pemanfaatan Potensi Arkeologi Di Pura Luhur Besi Kalung Sebagai Daya Tarik Wisata
Keywords:
Potensi Arkeologi, Pura Luhur Besi Kalung, Daya Tarik Wisata, Pariwisata BudayaAbstract
Pura Luhur Besi Kalung merupakan pura yang terletak di Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Pura ini menjadi bagian penting dari sistem Catur Angga Batukaru yang berperab sebagai pusat spiritual dan pelindung ekosistem Subak di sekitarnya. Selain memiliki nilai religius, pura ini juga menyimpan tinggalan arkeologi seperti punden berundak, lingga, dan arca, yang memperkuat karakter budaya dan sejarahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi arkeologi yang dimiliki Pura Luhur Besi Kalung sebagai daya tarik wisata berbasis budaya dan arkeologi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi pustaka. Dengan mengacu pada konsep pariwisata budaya menurut Boniface (1999), tinggalan material dan immaterial di pura ini dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman wisata yang edukatif dan bermakna. Pemanfaatan potensinya dapat diwujudkan melalui penyediaan papan informasi, pamflet edukatif, serta pendekatan interpretatif lainnya, guna
meningkatkan apresiasi wisatawan tanpa mengabaikan kesakralan situs. Strategi ini diharapkan mampu mengembangkan Pura Luhur Besikalung sebagai destinasi wisata budaya yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat upaya pelestarian warisan arkeologi lokal.
