Identifikasi Molekuler Spesies Anopheles dan Deteksi Plasmodium pada Anopheles Asal Muara Emil, Muara Enim, Sumatera Selatan

Authors

  • Dalilah Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya Palembang Author
  • Gita Dwi Prasasty Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya Palembang Author
  • Dwi Handayani Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya Palembang Author
  • R Irpan Pahlevi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan,  Jl. Ahmad Yani KM.7, Baturaja Timur, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, 32111 Author
  • Sulfa Esi Warni Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan,  Jl. Ahmad Yani KM.7, Baturaja Timur, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, 32111 Author

Keywords:

Anopheles, penanda spesies, ITS2, molekuler, surveilans

Abstract

Anopheles adalah nyamuk tribus Anophelini yang berperan sebagai vektor malaria.
Identifikasi spesies dan parasit Plasmodium pada tubuh nyamuk berperan penting dalan mengidentifikasi rantai transmisi dan upaya surveilans pada daerah yang telah berstatus eliminasi malaria. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi keragaman Anopheles spp., secara morfologi maupun molekuler melalui analisis Internal Transcribed Spacer 2 (ITS2), serta mengidentifikasi agen malaria Plasmodium spp., dengan teknik molekuler. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan analisa laboratorium. Lokasi penelitian merupakan daerah yang telah mendapat sertifikat eliminasi Malaria di Desa Muara Emil Kabupaten Muara Enim. Dilakukan pemeriksaan morfologi dan molekuler dengan menggunakan penanda spesies Internal Transcribed Spacer 2 (ITS2) untuk mengidentifikasi spesies, dan deteksi Plasmodium spp menggunakan primer spesifik genus.  Sampel nyamuk adalah hasil tangkapan tahun 2024 di Desa Mura Emil.  Anopheles spp., utuh sebanyak 34 diambil dari stock penyimpanan.  Besaran sampel berdasarkan populasi terbanyak, Sampel Anopheles (An.) sinensis 17 sampel, An. vagus 10 sampel, An. barbirostris tiga sampel, An. kochi tiga sampel, dan An. tessellatus dua sampel. Nyamuk diekstraksi dengan kit komersial untuk mendapatkan DNA murni. Pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) DNA dengan barcoding species internal transcribed spacer 2 (ITS2).   Hasil elektroforesis positif bila pita terlihat pada 700 bp. Analisis sequencing dilakukan dengan teknik 1stBASE®. Data sequencing diperiksa dengan metode BLAST untuk mengidentifikasi spesies. Deteksi Plasmodium spp., dilakukan dengan teknik nested PCR.  Lima spesies nyamuk Anopheles teridentifkasi secara morfologi dan molekuler, yakni An. vagus, An. barbirostris, An. kochi, An. sinensis, dan An. tessellatus. Tidak ditemukan Plasmodium spp., pada nyamuk sampel penelitian ini. Pemeriksaan morfologi dan molekular tidak dapat dipisahkan sebagai bagian dari pemeriksaan spesies nyamuk Anopheles. ITS2 sebagai barcoding DNA cukup efektif mengkonfirmasi pemeriksaan morfologi Anopheles.

Downloads

Published

2026-09-30

Issue

Section

Articles

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.